Air Mata dan Air Mata yang Terlalu Banyak Pada Hewan Peliharaan
Kotoran mata yang berlebihan pada anjing biasanya merupakan cairan bernanah dari mata. Kita perlu menentukan apakah hal ini disebabkan oleh kondisi mata yang mendasarinya. Kondisi umum, seperti konjungtivitis, dapat menyebabkan peningkatan kotoran mata. Selain itu, parasit mata dan masalah lainnya—seperti bulu mata yang tumbuh ke dalam atau entropion—juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari mata secara berlebihan. Dalam kasus seperti ini, langkah pertama adalah pengobatan konservatif dengan menggunakan obat tetes mata topikal, seperti obat tetes mata antibiotik, hingga penyebab utamanya dapat diidentifikasi. Setelah masalah spesifik didiagnosis dan ditangani, masalah tersebut dapat diselesaikan.
Masalah umum lainnya adalah noda air mata. Umumnya, noda air mata yang parah pada hewan peliharaan tidak ada hubungannya dengan pola makan yang asin. Namun, jika hewan peliharaan rutin diberi makanan hewan berkualitas rendah, kondisi ini bisa saja terjadi.
Selain penyakit mata yang menyebabkan noda air mata parah, penyebab umum lainnya adalah tungau telinga, nematoda mata, atau infeksi bakteri dan jamur di sekitar mata. Masalah struktural seperti penyumbatan saluran nasolakrimalis, sindrom rambut epikanal, atau kantung lakrimal yang dangkal juga dapat menyebabkan noda air mata yang parah pada anjing.
Dalam kehidupan sehari-hari, benda asing seperti rambut terkadang masuk ke mata hewan peliharaan sehingga menyebabkannya menyipit atau robek secara berlebihan. Jika Anda memperhatikan hal ini, Anda dapat menggunakan alat suntik yang jarumnya telah dilepas, diisi dengan air murni atau larutan garam, untuk membilas mata dan membersihkan rambut atau kotoran lainnya.
Jika Anda melihat hewan peliharaan Anda memiliki masalah mata, periksa dulu kondisi spesifik matanya. Jika ada benda asing, bilas dengan air bersih. Jika Anda menemukan tungau telinga, obati tungau telinga tersebut terlebih dahulu. Untuk kemerahan ringan, Anda bisa menggunakan obat tetes mata antibakteri selama beberapa hari untuk melihat apakah kondisinya membaik. Jika tidak ada kesembuhan setelah pengobatan, atau jika ada gejala lain seperti filaria pada mata, bersin, batuk, atau infeksi saluran pernapasan atas, Anda harus segera mencari perawatan dokter hewan.